Menjelang Olimpiade, Taufik Hidayat Kasih Saran ke Anthony dan Jonatan

Posted on

Taufik Hidayat, legenda hidup bulu tangkis, berpesan spesial ke Anthony Ginting dan Jonatan Christie mendekati Olimpiade Tokyo Juli 2021. Mereka disuruh benahi psikis dan lebih stabil.
Anthony Ginting dan Jonatan Christie adalah dua dari demikian tunggal putra yang dihandalkan bulu tangkis Indonesia sekarang ini. Dalam rangking sesaat kwalifikasi Olimpiade, semasing ada di rangking empat dan tujuh mengarah situs BWF.

Walau ke-2 nya adalah unggulan, aksinya di tiap turnamen masih perlu dinaikkan.

Mereka condong tampilkan permainan yang inkonsisten

Minimal itu menurut Taufik Hidayat saat ditanyakan masalah tunggal putra Indonesia sekarang ini.

“Ia (Anthony dan Jonatan) ialah dua pemain yang baik dan berlainan ya. Anthony Ginting kemungkinan lebih complete. Kemungkinan jika bertanya seluruh orang ngomong, Anthony skillnya lebih di atas dari Jonatan. Tetapi Jonatan sama bagus,” kata Taufik dalam Olympic Kanal.

“Hanya kan kita ingin saksikan di sini, ia dapat konstan tidak. Tujuan saya, di tiap turnamen terkadang jika yang saat ini ia bagus di sini, lalu turun, kita saksikan diagram,” katanya.

 

 

“Tidak seperti Kento Momota (pemain rangking satu dunia) yang terus konstan. Semi-final, final, champion, terburuk ya quaterfinal.”

Tetapi bukan bermakna, sebutkan peraup medali emas Olimpiade 2004 Athena ini, Jonatan dan Anthony tidak punyai peluang. Cuman memang seharusnya lebih keras latihan. “Dari fisik, psikis, dan tehnik lainnya untuk lebih konsentrasi kembali,” katanya.

Bukan tanpa ada alasan, peraup medali emas Olimpiade 2004 Athena itu menjelaskan begitu. Menurut dia, desakan negara dan beberapa orang yang mewajibkan pemain jadi terbaik di tiap turnamen tinggi sekali. Ditambah, dalam kurun waktu dekat Olimpiade Tokyo akan berguling 23 Juli-8 Agustus kedepan.

Bagaimana juga, Taufik Hidayat rasakan benar bagaimana ia jadi sandaran tunggal putra di final Olimpiade. Tetapi selanjutnya sukses menaklukkan rivalnya dari Korea Selatan, Shon Seung-Mo dengan kemenangan straight game 15-8 dan 15-7.

 

 

“Psikis kita harus kuat sebab desakan dari negara, dari beberapa orang, ia harus jadi yang terbaik. Jika kita berat tidak kuat kita akan remuk, tetapi jika kita kuat dapat musuh orang yang membuat tertekan,” ia menerangkan.

“Kemungkinan orang ngomong kamu harus juara, kamu harus juara. Terkadang orang jika tidak kuat, jadi tidak bagus mainnya, kita harus santai di atas lapangan. Itu bisa menjadi yang terbaik lah.”

“Jadi lupakan lah seluruh, sebab ya empat tahun sekali, kita harus betul-betul konsentrasi di sana (Olimpiade), harus betul-betul siap, jika ingin menjadi yang terbaik. Jika kita kalah di situ, go ahead nantikan empat tahun kembali,” anjuran pria berumur 39 tahun itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *