Mewahnya Pelatihan Camp Pusporenggo, Lapangan Desa yang Pas Jadi Tempat Latihan Tim nasional Indonesia

Posted on

Solo – Lapangan sepak bola desa di Indonesia umumnya kurang tertangani secara baik. Jumlahnya kesibukan masyarakat yang bukan hanya untuk olahraga, dan dana untuk perawatan jadi masalah penting dalam jaga kualitas lapangan.

Hal tersebut tidak berlaku di Boyolali, Jawa Tengah. Perusahaan pengendalian rumput serta lapangan sepak bola yang sedang naik daun, Keinginan Jaya Lestarindo, menyulap satu lapangan di desa jadi tempat latihan berstandar internasional, seperti Stadion Maguwoharjo atau Stadion Papua Bangun.

berkunjung ke lapangan yang ada di desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, waktu lalu. Bentangan rumput hijau mulus berpola ciri khas sentuhan Keinginan Jaya Lestarindo nampak dari terlalu jauh.

Lapangan desa Pusporenggo punyai kekuatan menjadi pusat latihan team peserta Piala Dunia U-20 2021 yang nanti terhimpun di Solo. Jarak dari Solo yang dapat dilakukan dalam tempo seputar 30 menit, dapat jadi pilihan yang pas.

Di bawah ini beberapa penjelasan menarik mengenai sarana yang berada di lapangan Pusporenggo.

1. Akses Gampang

Lapangan desa umumnya sama tempatnya ada di perkampungan. Memang betul lapangan Pusporenggo ada di kampung, tetapi akses menuju tempat ini tidak susah.

Lapangan ini cuma memiliki jarak seputar satu km. dari ring road selatan Kabupaten Boyolali. Jalan untuk menuju lokasi lumayan besar, serta bis besar untuk bawa beberapa pemain, dapat masuk.

Jalan perkampungan untuk masuk lapangan Pusporenggo lebar, seputar lima sampai enam mtr. serta beraspal mulus. Gerbang besar juga telah menyongsong di muka, tertulis Pelatihan Camp Pusporenggo.

Ada ruang parkir benar-benar mencukupi. Selain untuk ruang parkir kendaraan roda dua, ada juga parkir yang dapat memuat sampai 20 mobil.

2. Diperlengkapi Cafetaria

Sebelum masuk lapangan penting, ada satu lorong dengan anak tangga menuju lantai dua. Disana ada cafetaria yang pas untuk nongkrong. Beberapa tamu selain bermain bola, bisa nikmati sajian makanan atau minuman

Bermacam cemilan atau makanan sebagai kuliner ciri khas Boyolali, seperti soto yang demikian populer. Selain itu ada banyak camilan ciri khas Boyolali, seperti abon sapi.

Dari cafetaria bisa melihat lapangan Pusporenggo di bawahnya. Sekalian melahap makanan, bisa lihat hijaunya lapangan serta terkadang dipakai untuk laga sepak bola.

3. Lapangan dengan Ukuran Mini

Di samping barat lapangan penting, ada lapangan yang memiliki ukuran semakin kecil. Tanah di atas lapangan ini sedikit semakin tinggi dari lapangan penting.

Tetapi, dari sisi kualitas rumput tidak kalah dari lapangan penting untuk laga. Lapangan ini menggunakan rumput Zoysia Matrela Linmerr. Cuma, waktu itu belum dibuat skema kotak-kotak. Beberapa pekerja juga masih mengecat gawang.

Sebab memiliki ukuran semakin kecil serta tidak standard, ruang ini dapat dipakai untuk tempat latihan strategi atau pemanasan. Di samping selatan lapangan mini ini ada calon kolam ikan memiliki ukuran besar, yang makin membuat teritori itu sejuk.

4. Sarana Pendukung

Sarana simpatisan yang cukup eksklusif ada di atas lapangan penting. Ada ruangan tukar yang luas untuk dua team dengan kamar mandi pemain yang diperlengkapi air panas.

Ada dua bench pemain yang cukup unik, yaitu dengan atap cor berpermukaaan rumput. Sesaat, pagar keliling sudah diperlengkapi jaring tinggi, untuk penghambat bila bola keluar hingga tidak tentang rumah masyarakat.

Direktur Keinginan Jaya Lestarindo, Marwoto, waktu didapati Kami mengaku, lapangan desa Pusporenggo barusan dibuka sesudah tujuh bulan ditangani.

“Status lapangan ini ialah tanah kas desa, dahulu berbentuk tegalan atau berkebunan palawija. Sekarang telah beralih demikian rupa, hingga dapat jadi daya tarik atau sumber penghasilan desa,” katanya.

Untuk ongkos sewa lapangan di desa Pusporenggo ini dibanderol Rp6 juta untuk tiap dua jam. Belum termasuk juga gaji untuk perangkat laga bila memakai layanan wasit.

“Alhamdulillah tiap akhir pekan sampai akhir bulan Juli ini telah penuh agendanya. Banyak yang menggunakan, khususnya team-team komune sepak bola. Mudah-mudahan nantinya bisa jadi tempat pemfokusan latihan club karieronal atau Tim nasional Indonesia,” jelas Marwoto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *