Pulisic Orang Amerika, Lumrah Chelsea Kurang Menghormatinya

Posted on

Kritikan untuk Frank Lampard yang tidak meyakini Christian Pulisic jadi starter di Chelsea. Disebutkan ini sebab sentimen Inggris sama orang Amerika Serikat.
Pulisic telah masuk musim kedua-duanya mengenakan seragam Chelsea. Tetapi, profesi Pulisic bisa disebut turun-naik, tidak hanya masalah luka dan juga perform.

Pulisic sejak dari musim kemarin terganggu luka paha serta otot hingga membuat pernah mangkir 23 pertandingan. Salah satunya yang paling panjang waktu ia menyisih 75 hari, dari Januari sampai Maret.

Pada musim ini Pulisic juga pernah mangkir 2 bulan sebab permasalahan hamstring yang didapatkan di final Piala FA lalu hingga membuat baru tampil 2x. Walau sebenarnya musim kemarin, mantan pemain Borussia Dortmund itu masih dapat main 25 kali dengan torehan 9 gol dan 6 assist.

Bukan statistik yang jelek untuk pemain yang baru memainkan kiprahnya di Chelsea. Tetapi khalayak Inggris memandang manager Chelsea, Frank Lampard, seperti tidak yakin seutuhnya dengan Pulisic.

Yang ada Lampard justru membawa pemain baru yang tempatnya mirip-mirip dengan Pulisic, seperti Kai Havertz serta Hakim Ziyech. Ini disebutkan bos RB Salzburg, Jesse March, karena Pulisic ialah orang Amerika Serikat.

Frank Lampard dipandang tidak yakin sarat dengan kekuatan Christian Pulisic untuk berkompetisi di Liga Inggris

Ditambah lagi sepakbola AS memang termasuk biasa saja di Benua Eropa.

“Pemahaman di Eropa umumnya ialah pemain Amerika itu ngotot, ingin lari, mentalnya bagus, tetapi mereka tidak punyai tehnik bagus serta tidak memahami masalah strategi. Pengalaman mereka juga sedikit,” tutur March yang berawal dari Amerika Serikat seperti diambil xi

“Tetapi kita saksikan sekarang ini semua telah berbeda. Kita dapat menyaksikan beberapa pemain ini telah berkembang cepat,” tambahnya.

“Bahkan juga Frank Lampard, saat saya bicara dengannya di pramusim tahun kemarin, saya bicara padanya masalah Christian Pulisic serta ia hanya katakan: ‘Ya, kita saksikan sajalah, ia memang prospektif tetapi harus banyak belajar’. Saya katakan ke: ‘Dengarkan, ia telah main di Dortmund, serta mereka punyai tingkat strategi yang demikian tinggi masalah langkah bermain serta ia benar-benar berhasil.”

“Ia termasuk juga salah satunya pemain muda terbaik di Jerman serta ia sejajar dengan pemain seperti Timo Werner, Kai Havertz,

Joshua Kimmich. Ia ada pada kelompok pemain itu, bukan karena hanya bakatnya, dan juga sebab ia memahami strategi

dan pahami bagaimanakah cara menyesuaikan dalam pertandingan. Langkah bermainnya berkembang.”

“Saya saksikan Frank Lampard dapat semacam ini sebab unsur Christian Pulisic ialah orang Amerika serta bukan masalah pengetahuan sepakbola yang didapatkannya di Jerman. Semenjak itu, saya pikir Lampard bisa mulai pahami masalah Pulisic,” tutup March.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *